Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Konsep Pemakaian Jilbab

Bila dicermati semakin hari jumlah perempuan yang menggunakan jilbab cantik semakin bertambah. Kalo kita lihat di jalan-jalan, Mall, pasar,butik baju, angkutan kota,maka pemandangan perempuan ber”jilbab” sudah menjadi hal yang biasa, bahkan para artis yang ber”jilbab” jumlahnya juga makin bertambah kalau kita lihat di layar televisi. Memang disadari atau tidak fenomena perempuan memakai busana muslim dan berjilbab makin marak di masyarakat kita. Sepintas fenomena ini terlihat bagus, terkesan masyarakat (terutama perempuan ) sudah sadar akan syariat islam (wajibnya menutup aurat). Tapi benarkah memang demikian, atau hanya sekedar mengikuti perkembangan mode busana muslim saja?

Sebuah buku yang ditulis oleh Muhammad Muhyidin yang berjudul “Membelah Lautan Jilbab”, penerbit Diva Press. Semoga ringkasan ini cukup memberikan jawaban atas pertanyaan di atas. Mencermati hubungan antara perempuan muslimah dengan pemakaian jilbab, sepertinya kita memperoleh dua pendapat yang sama-sama ekstrim di mana dari dua pandangan ini lahir pandangan-pandangan turunannya. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa jilbab merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perempuan muslimah setelah mereka secara umur menunjukkan peralihan masa, yakni antara masa anak-anak menuju masa remaja yang lebih kita kenal sebagai masa puber.

Jika anda mengenakan jilbab, maka anda haruslah mengenakan kerudung (penutup kepala) sekaligus pakaian yang lebar yang menutupi seluruh tubuh. Dari sisi ini,beberapa bentuk hipermoralitas perempuan muslimah yang berjilbab sebagaimana telah dipaparkan di atas, tidak bisa disebut jilbab menurut konsep Islam. Jilbab hamper sama dengan khimar.Khimar adalah penutup kepala (kerudung)juga. Perbedaannya dengan jilbab, khimar adalah penutup kepala yang kecil, sedang jilbab penutup kepala yang besar.

Seyogyanya memakai jilbab dalam batas-batas sebagai berikut: 1.Bisa menutup rambut secara keseluruhan, sehingga tidak boleh bagi perempuan muslimah yang memakai jilbab tetapi masih terlihat ada anak rambut yang kelihatan di dahi seperti yang popular kita lihat saat ini. 2.Juga bisa menutup leher keseluruhan sehingga menghindarkan diri dari tatapan atau picingan mata laki-laki yang akan membawa gairah seksual ketika melihat leher tersebut. Ilmu seksologi akan mendukung hal ini. 3.Juga bisa mnutup dadanya secara mutlak sebab terkadang kita menenukan ada anak gadis yang memakai jilbab sedemikan sehingga lehernya masih kelihatan,lalu berlanjut pula kelihatan dadanya. Hal ini terjadi sebab ia mengikatkan dua ujung jilbabnya ke belakang lehernya. Ini juga perilaku yang tidak islami dari sisi falsafah etika Islam. 4.Juga mengenakan pakaian yang longgar agar terhindar dari tampaknya lekuk-lekuk tubuhnya. Catatan kali ini tidak bermaksud menghakimi anda yang belum berjilbab atau yang sudah berjilbab namun belum sesuai dengan syariat.

8 September 2009 - Posted by | busana muslim | , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: