Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Pengusaha Rotan dan Busana Muslim Ambil Kredit Pundi Kencana

Marlina Yulianti dikenal sebagai pengusaha rotan dan busana muslim dari  Kota Apel Malang, Jawa Timur. Awalnya ia tak begitu tertarik dengan perbankan, lantaran usahanya lancar tanpa hambatan. Tetapi, setelah krisis mendera usahanya, Marlina memberanikan diri mengambil Kredit Pundi Kencana dari Bank Jatim Malang.

Wanita berusia 50 tahun ini sebetulnya mengenal Bank Jatim Cabang Malang sejak tahun 2000. Ketika itu ia mengikuti sebuah pertemuan di Universitas Merdeka yang dihadiri Prof Dr Haryono Suyono dari Yayasan Damandiri. “Waktu itu Pak Haryono berbicara panjang lebar tentang usaha kecil dan menengah bersama pihak Bank Jatim, yang dananya dari Yayasan Damandiri,” ucap Marlina.

“Tapi terus terang, waktu itu saya belum butuh tambahan modal untuk bisnis baju muslim Habis belum tahu perkembangan kredit itu bagaimana. Lagi pula saya takut bayar kreditnya macet,” dalihnya, yang ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya, Jl Raya Balearjosari No. 34, Malang, Jatim.

Saat acara Pasar Bank yang dihadiri Gubernur Jatim Imam Utomo digelar pada September 2005 lalu, Marlina mulai tertarik untuk mengambil pinjaman di Bank Jatim. Tak lain, untuk menambah modal usaha bisnis busana muslim miliknya yang mulai didera krisis akibat kenaikan BBM. “Saya mengajukan pinjaman Rp 50 juta yang dananya saya terima pada bulan Oktober 2005. Angsuran pertama Rp 2 juta, lalu menurun per bulan,” ujarnya.

“Alhamdulillah, uang tersebut sangat bermanfaat untuk tambahan modal usaha saya,” jawab Marlina ketika ditanya dana dari Bank Jatim hasil kerja sama dengan Yayasan Damandiri. Apalagi, menurutnya Bank Jatim tidak mempersulit proses kreditnya.

Uang Rp 50 juta tersebut diakuinya selain untuk modal bahan baku usaha rotan, sebagian ia alirkan untuk menambah usaha busana muslim yang mulai banyak diminati kaum ibu di Jatim. “Sebetulnya, usaha rotan yang saya geluti sejak tahun 1998 ini tidak sengaja. Awalnya saya buka usaha cucian mobil, tetapi usaha itu tidak memenuhi target seperti yang saya harapkan.”

Secara kebetulan, katanya, tahun 1998 ia meminjamkan tempat usaha rotan. Itu dilakukan karena pengusaha rotan yang buka usaha di seberang jalan rumahnya sudah habis masa kontrak tempat usahanya. Tak disangka, ternyata upaya Marlina menampung hasil karya anak buah para pengrajin rotan itu membuahkan hasil yang menjanjikan. Terlebih lagi banyak pelanggan produk rotan yang memesan dan membeli di galerinya.

Sejak itulah janda satu anak dan satu cucu ini mengembangkan kepak sayap usahanya dengan membuat berbagai bentuk anyaman rotan. Di rumah yang juga galerinya banyak terdapat pernak-pernik anyaman rotan. Dari kursi dan meja, lemari sampai tempat tisu, baki, tatakan piring dan gelas, pot bunga, tempat majalah dan koran yang semuanya terbuat dari rotan.

Pernak-pernik rotan tersebut ia jual dari harga paling murah Rp 2.500, dan paling mahal Rp 80 ribuan. Di galerinya terdapat juga kursi kayu ukir yang dipatok harga mencapai Rp 3 juta. “Kalau ramai, omset per bulan bersih antara Rp 2 sampai Rp 3 juta,” ujar ibu kandung Kurniawan Jauhari, 31 tahun, anak semata wayangnya.

Karyawannya sejumlah sepuluh orang dengan bayaran masing-masing berbeda. Antara lain ada yang dibayar harian, mingguan, juga ada yang dibayar secara borongan. “Di sini buka jam 08.00 pagi sampai jam 08.00 malam. Mereka kerja sasuai pesanan. Kalau harian dengan upah Rp 15 ribu, kalau mingguan Rp 300 sampai Rp 400 ribu, sedangkan yang borongan sesuai dengan hasil mereka,” papar Marlina.

Rotan produknya terjual sampai Surabaya, Trenggalek, Kediri juga Bali. Sedangkan usaha busana muslim yang mulai berkembang cenderung dipegang oleh adiknya. “Saya punya adik delapan orang, semua perempuan. Mereka membantu usaha busana muslim dari melukis batik, baju, selendang sampai taplak meja, juga menjahitnya. Lumayan untuk membantu keluarga mereka,” tambahnya.

Ditanya apakah akan meminjam dana Bank Jatim lagi jika cicilan kreditnya sudah lunas, Marlina menjawab, kemungkinan itu ada. “Saya lihat di dekat Universitas Muhammadiyah Malang buka usaha rotan dan busana muslim prospeknya cukup bagus. Jadi, mungkin bisa pinjam lagi,” kata wanita yang kini dipercaya sebagai Ketua LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Universitas Merdeka Malang ini menutup percakapan.

3 August 2009 - Posted by | baju muslim, Berita, busana muslim | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: