Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Omset Busana Muslim Meningkat

Memasuki awal Juni, tingkat penjualan di pusat grosir busana muslim di Pasar Tanahabang Blok A, Jakarta Pusat mulai menunjukkan peningkatan. Selain pembeli eceran, sejumlah pedagang pakaian musiman juga mulai tampak berbelanja, khususnya baju muslim dan anak-anak Menurut sejumlah pedagang, kondisi seperti ini memang selalu terulang setiap tahun.

“Biasanya, tiga bulan menjelang lebaran, omset pedagang di sini memang mulai meningkat. Selain pembeli eceran, banyak pedagang musiman yang juga berbelanja. Para pedagang akan menjual kembali baju-baju yang mereka beli dengan sistem pembayaran tempo kepada konsumennya,” ujar Melisa, salah seorang pedagang khusus busana muslim kepada Berita Kota, kemarin.

Dilanjutkannya, para pedagang musiman ini memanfaatkan momen jelang lebaran untuk memulai bisnisnya. Mereka akan menjual kembali baju-baju yang mereka beli dengan pembayaran tempo tiga bulan. “Jadi, saat lebaran pembayaran dari pembeli akan lunas. Paling lama, mereka memang memberi tempo tiga bulan untuk pembayarannya,” imbuhnya.

Tak heran lanjutnya, jika omset penjualan busana muslim dan anak-anak yang paling meningkat. Apalagi, baju-baju yang dijual masih menerapkan harga lama alias belum ada kenaikan harga. “Mereka berbelanja jauh-jauh hari, menghindari kenaikan harga. Karena jika berbelanja terlalu dekat dengan saat memasuki bulan puasa atau lebaran, maka harga pasti sudah naik,” imbuhnya.

Saat ini lanjutnya, harga satuan baju Muslim wanita hanya Rp80 ribu/baju. Bahkan jika membeli dalam jumlah banyak alias kodian, harga satuan baju tersebut jauh lebih murah, yakni hanya mencapai Rp65 ribu/baju. Sementara untuk baju kebaya dibandrol Rp70 ribu/setel untuk pembelian kodian. “Pembeli juga tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi banyak juga yang dari luar Jakarta, seperti dari Lampung, Palembang, Padang, dan Medan. Biasanya, mereka membeli secara kodian karena untuk dijual kembali,” tambahnya. Sayangnya saat disinggung soal omset, Melisa enggan mengungkapkannya. “Pokoknya ada kenaikan. Soal besarannya, itu rahasia,” dalihnya sambil tertawa.

Sementara itu, Hj. Riswandi, salah satu pedagang pakaian musiman dari Lampung mengaku sengaja berbelanja di Tanahabang lantaran harganya yang murah dan kualitasnya juga terjamin. “Baju-baju yang saya beli kemudian saya jual lagi dengan sistem pembayaran tempo,” ungkap ibu dua anak yang sudah belasan tahun menjadi pedagang musiman ini. O tha

Sumber : http://www.beritakota.co.id

25 July 2009 - Posted by | Berita, info | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: