Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Tren Busana Muslim Merambah Dunia Internasional

Abaya Timur Tengah dengan gambaran khasnya, kain panjang dan hitam, dikenakan oleh jutaan perempuan di seluruh dunia Arab. Desainnya tidak banyak berubah selama ratusan tahun, namun sejumlah desainer busana muslim muda di Uni Emirat Arab kini memberikan sentuhan modern pada pakaian tradisional ini.

Tak ada yang melebihi batas. Desainer-desainer ini hanya bereksperimen dengan warna-warna cerah, material kain seperti renda dan bahan kulit, bordir, serta belahan-belahan berani untuk menambah daya tarik.

Reem dan Hind Beljafla memulai bisnis desain abayanya, DAS Collectiona, 18 bulan lalu setelah menyadari bahwa pasar desain menengah keatas bagi perempuan Muslim di Dubai belum sepenuhnya terlayani.

Abaya mereka sangat bersifat eksklusif – semuanya dibuat khusus dengan penawaran harga dimulai dari $ 1.000.

Dua bersaudara ini mengatakan bahwa selama bentuk tubuh perempuan masih tertutupi oleh abaya, maka tidak ada salahnya jika bermain-main sedikit dengan desainnya.

“Abaya ini tidak pernah kehilangan identitasnya. Sasarannya adalah untuk menutupi tubuh seorang perempuan sehingga tak ada salahnya berkreasi dengan bahan yang digunakan,” ujar Reem, 24 tahun.

“Kami pikir kenapa tidak kita keluarkan abaya kita dan menjadikannya sesuatu yang cocok bagi gadis modern namun tetap mempertahankan gaya konservatifnya.

Ambisi Besar

Beljafla bersaudara telah membuat gebrakan dengan beberapa desainnya, terutama yang dibuat dari bahan transparan atau yang memperlihatkan pundak.

Namun mereka berkeras bahwa desain mereka yang lebih berani diperuntukkan hanya untuk acara-acara pertemuan khusus wanita seperti pesta pernikahan.

Mereka juga mengatakan bahwa sepotong abaya untuk malam hari tidak seharusnya dipakai untuk jalan-jalan ke mall di siang hari, seperti halnya seseorang tidak akan mengenakan baju pesta ke kantor.

Dua bersaudara ini memiliki ambisi yang besar.

Mereka telah bertemu dengan sejumlah desainer busana muslim terkemuka AS  percaya bahwa saatnya akan segera tiba bagi model-model Barat untuk berjalan di atas catwalk di Paris atau New York dengan mengenakan salah satu kreasi mereka.

“Menyebarkan Kabar”

Badr al-Budoor adalah desainer Emirat lain yang juga bersenang-senang mengubah abaya kuno dengan menambah kerah lipit, motif polkadot, dan pita-pita besar untuk memberikan sentuhan putri kerajaan bagi desainnya.

Minat terhadap desain uniknya sangat tinggi hingga ia membawa bisnisnya ke internet untuk menjaring konsumen internasional.

Ia juga berharap ketika ia membuka diri terhadap pasar internasional, orang-orang akan memiliki pandangan yang berbeda terhadap pakaian tradisional Islam.

“Tujuan utama melakukan semua ini secara online adalah untuk menyebarkan berita tentang abaya dan menunjukkan pada orang-orang bahwa apa yang kita kenakan adalah sesuatu yang modis,” ujar Budoor yang baru saja meluncurkan situs resminya.

“Apa yang kita kenakan ini bukanlah tenda. Kita masih dapat terlihat cantik, elegan, dan seksi  sekaligus tetap tertutup dan tradisional seperti yang seharusnya.”

Budoor tidak melihat adanya kontradiksi dalam membuat abaya yang seksi.

“Definisi seksi di dalam masyarakat Arab berbeda dengan Barat,” ujarnya.

“Bagi kami, seksi berarti elegan, sederhana, dan feminin. Sangatlah mungkin untuk terlihat menarik tanpa memperlihatkan kulit tubuhmu samasekali.”

“Sederhana namun modern”

Tidak hanya pakaian Islami yang mengalami transformasi.

Desainer Emirat juga telah mulai mengambil pakaian-pakaian Barat seperti kaos, rok, dan celana panjang dan mengadaptasinya untuk pelanggan-pelanggan muslim.

Rabia Z mulai mendesain ketika ia mulai mengenakan jilbab cantik, atau kerudung, beberapa tahun lalu ketika tinggal di AS.

“Saya menyadari tidak ada apa pun yang sesuai tren busana muslim sekarang yang dapat dikenakan oleh perempuan seperti saya, sesuatu yang konservatif namun tetap modis dan tampil gaya,” ujar Rabia yang kini merupakan salah satu desainer tersukses di kawasan tersebut.

“Sangat mengejutkan bahwa tidak ada seorang pun yang tampak peduli kepada kami. Tidak ada apa pun yang dapat memenuhi kebutuhan para perempuan Muslim.”

Rabia memulai usahanya delapan tahun lalu dan sekarang ia menjalankan kerajaan fashion yang melayani kebutuhan  semua kalangan.

Ia berkreasi dengan kain dan potongan untuk memenuhi slogannya, “sederhana namun modern”, dan bahkan menjahit jilbab untuk dijadikan atasan pakaian olahraga berkerudung agar perempuan dapat berolahraga dengan nyaman.

Namun, Rabia tidak hanya ingin mendandani perempuan-perempuan Arab. Ia menarget perempuan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Barat.

Ia telah memiliki rencana untuk memasuki pasar Asia seperti Cina dan Korea, juga beberapa negara tetangga seperti Iran dan Afghanistan. (ri/bbc) Dikutip oleh http://www.suaramedia.com

18 July 2009 - Posted by | info

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: