Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Islamic Fashion Festival

Sementara itu, selang satu hari setelah APPMI, digelar Islamic Fashion Festival (IFF) yang berlangsung dua hari di hotel Dharmawangsa, Jakarta. Parade busana muslim yang kreatif, gaya, sarat detail, ditampilkan oleh perancang dari Indonesia dan Malaysia.

Menurut ketua panitia, Dato Raja Rezza Shah, IFF merupakan ajakan halus tanpa paksaan dalam menghimbau para muslimah untuk menutup diri. Karena itu, pilihan busana muslim yang ditawarkan pun bervariasi dari yang memiliki ketertutupan minimal berupa selendang dan terlihat rambutnya, hingga yang tertutup maksimal.

IFF diikuti 20 perancang. Dari Indonesia ada Biyan, Itang Yunasz, Sebastian Gunawan, Merdi Sihombing, Sekolah Mode ESMOD, Barli Asmara, Samuel Wattimena, Musa Widyatmojo, dan Meeta Fauzan. Sedangkan Malaysia mengikutkan perancang Albert King, Datin Sharifah Kirana, Iszal Citra, Andy Salleh, Aktif Bestari, Tengku Fara, Tangoo, Shareza Muslim, Defrico Audy, Adesagi, dan Calvin Thoo.

Pada hari kedua penyelenggaraan IFF, beberapa desainer mengangkat keunikan budaya lokal dalam detail ornamen, bahan, atau ide dasar yang menjiwai seluruh desainnya. Seperti yang ingin ditampilkan Merdi Sihombing dengan Songket Collection sebagai pembuka hari kedua.

Model baju kurung dari kain songket warna ungu muda terlihat cantikdengan kerudung putih. “Koleksi ini memang ide dasarnya mengangkat apa yang dari alam Indonesia diadaptasi untuk baju muslim untuk acara pesta,” ujar Merdi kepada Kompas.com.

Uniknya, teknik pembuatan detil ornamen swarovski pada tenun dilakukan bersamaan saat proses tenun (wave-in), biasanya hanya dijahit pada bahan tenun yang sudah jadi. “Dari segi pewarnaan juga alami dengan akar, batang, daun dari tanaman-tanaman yang ada di tanah air,” jelasnya.

Teknik tersebut, menurut Merdi, belum pernah digunakan di Indonesia bahkan di dunia. “Pemilihan benang untuk selendang ulos pun saya pake bahan yang ringan, selama ini kan ulos selalu berbahan kaku dan tebal. Saya ingin ciptakan ulos yang nyaman dipakai,” ungkapnya

Lain lagi dengan desainer muda Barli Asmara yang lebih menekankan jiwa muda, meskipun ide karyanya juga berawal dari tenun Bali. Ia menampilkan model empire line, rok bertumpuk-tumpuk dengan detil ornamen kristal swarovski dalam balutan warna lembut seperti abu-abu dan peach.

Selain busana muslim, ditampilkan pula pakaian renang. Desain pakaian renang perempuan muslim dengan warna-warna modern juga tampak dalam karya Aktif Bestari yang ready to wear.

Karya para desainer dari berbagai negara tersebut menunjukkan padu padan dan pilihan motif yang tak biasa ternyata bisa memberi inspirasi luar biasa. Begitulah Islamic Fashion Festival 2008 kali ini, inspirasi dari budaya dan jiwa muda melahirkan spirit baru bagi dunia fashion muslim dengan pilihan tema beragam.

Sumber : http://www.kompas.com

13 July 2009 - Posted by | info

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: