Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Dipatenkan, Baju Muslim Anak Berkonsep Akhlak

Tren memakai busana muslim umat Islam tanah air kian hari kian berkembang dan berdampak positif kepada bisnis busana muslim yang juga makin marak. Pernah, seorang pengelola toko busana muslim mengaku kalau harus berupaya keras jika terus ingin mengikuti perkembangan mode. Pasalnya, terutama busana muslim untuk anak-anak, hampir setiap minggu selalu muncul model-model baru. Secara umum, kebiasaan berbusana menutup seluruh aurat sesuai syariat para muslimah dewasa, remaja, hingga ke anak-anak, sedikit demi sedikit memang bergeser dari sekadar musiman menjadi harian.

Melanie Ivone, produsen baju akhlak anak muslim merek D-Spot Boutique salah seorang yang ikut mencicipi untung dari fenomena tersebut. Sejatinya bisnis Lanie, begitu ia disapa, tidak melulu fokus pada penjualan baju-baju muslim saja. Ketika akhir 2006 menyewa sebuah ruko dan coba-coba buka usaha, ibu satu anak laki-laki berusia 4 tahun itu berjualan voucher pulsa hape serta pakaian muslim. Sayang, karena lokasinya kurang strategis bisnis awal tersebut kurang berkembang. Karena tidak menguntungkan, tak sampai setahun berjalan tokonya terpaksa tutup.

Tidak mau berhenti begitu saja akhirnya Lanie berpindah haluan, dari toko offline ia beralih pada toko online atau penjualan lewat internet. Mengelola bisnis online baginya lebih menguntungkan sebab tidak perlu keluar biaya operasional yang terlalu mahal, di samping tidak perlu karyawan tambahan karena hampir semuanya bisa dilakukan sendirian. Seperti diceritakan, bahkan untuk membangun websitenya, jebolan Fisip Komunikasi Massa UI tahun 2006 itu pun mengerjakannya sendiri walau harus belajar dari nol. Sementara itu konsep online store yang dijalankan adalah butik dan grosir produk-produk garmen yang unik dan belum banyak di pasaran, terutama baju muslim dewasa.

“Tetapi sebelumnya saya lakukan test market dulu, lewat milist saya coba tawarkan baju-baju branded anak. Terus-terang waktu itu saya belum dapat source. Ada, tetapi dari distributor lain, belum dapat produsennya langsung, sehingga saat mau dijual harganya sudah tinggi,” tuturnya mengenang. ”Ternyata responnya lumayan, banyak sekali yang berminat. Karena belum mendapatkan produsen langsung, awalnya selama seminggu saya hanya janji-janji dulu sambil searching melalui google. Akhirnya ketemu, dan diteruskan sampai sekarang,” tambahnya.

Melenggang dengan toko online bisnis D-Spot Boutiqe berjalan cukup lancar. Tidak hanya melayani order dari para pembeli lokal, penjualannya sudah menjangkau hingga ke Singapura, Malaysia, USA, Timur-Tengah, dan Australia. Selain bekerja sama dengan beberapa produsen garmen dengan merek-merek seperti KHQ, Disney, Oshkosh, Gymboree, Circo, dan sebagainya, kira-kira sejak bulan Oktober 2007 Lanie juga membantu memasarkan produk-produk busana muslim hasil rancangan dua desainer lokal. Lalu pada awal September 2008, wanita campuran Padang dan Menado ini pun mulai memproduksi baju dengan merek sendiri. Produk awalnya yakni berupa baju-baju akhlak untuk anak yang konsepnya segera ia patenkan.

Sumber : http://www.majalahpengusaha.com

10 July 2009 - Posted by | artikel, info, Tips

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: