Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Bisnis Busana Muslim Kian Kompetitif

Memasuki bulan puasa, kembali ada satu fenomena yang belum luntur, setidaknya hingga saat ini. Dengan mudah kita dapat melihat kerumunan orang memadati gerai busana muslim dari level butik baju eksklusif hingga penjahit kampung.

Siti Khotijah (39), penjahit busana muslim di Jalan Cigondewah, Kota Bandung, mengaku, pemesanan jahit busana muslim meningkat seminggu sebelum bulan puasa. Siti dapat menerima order jahitan busana muslim hingga 50 setel per minggu. Normalnya order jahitan hanya 20 setel per minggu.

Seiring dengan meningkatnya pesanan, pemasukan Siti naik. Biasanya pendapatan Siti sekitar Rp 2,5 juta sebulan. Memasuki Ramadhan, jumlahnya naik lebih dari dua kali lipat mencapai Rp 7 juta per bulan. Produk kreatif

Kreativitas produsen dan pedagang menjadi senjata untuk menarik hati pembeli. Hal itu disadari para pedagang di Pasar Baru Trade Center.

“Pembeli makin selektif. Kalau tidak menawarkan desain yang menarik, mereka akan lari,” tutur Shalfie Oktavia, pedagang busana muslim di Lantai 3 Pasar Baru.

Sejak tahun lalu, Shalfie merancang dan memproduksi sendiri busana muslim yang dijualnya. Namun, ia tetap membeli sebagian stok barang dari Pasar Tanah Abang, Jakarta. “Barang di lantai 1 kebanyakan dikulak dari Tanah Abang dengan desain seragam. Bila pedagang lantai 3 menjual barang yang sama, pembeli malas naik ke atas,” katanya.

Upaya kreatif itu menguntungkan. Shalfie, misalnya, dalam sehari meraup omzet Rp 1 juta. Keuntungan hari biasa mencapai Rp 200.000-Rp 300.000. Jumlah ini naik tiga kali lipat pada bulan Ramadhan.

Keuntungan itu cukup besar dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan, yakni Rp 85.000-Rp 90.000 per potong, termasuk biaya bahan dan upah penjahit. Bila rata-rata satu potong busana muslim dijual Rp 140.000, labanya sebesar Rp 50.000 per potong.

Pedagang belajar desain dari majalah busana atau pemikiran pribadi. Mendesain produk yang dijual menjadi pertaruhan bisnis bagi setiap pedagang.

Aisyah, salah satu pedagang ITC Kebon Kalapa, mengaku, labanya paling besar dari produk yang didesain dan dibuat sendiri, yakni blus sederhana dengan payet yang menghiasi bagian dada. Rata-rata, pada bulan Ramadhan, Aisyah meraup omzet Rp 3 juta dan laba bersih sekitar Rp 500.000 per hari.

Gengsi toko atau merek pun menjadi tidak berarti bagi pembeli. Wita Supriyono, seorang agen properti, mengatakan, ia membeli kerudung di Pasar Baru lebih karena pilihan produk yang banyak. Butik

Di sisi lain, butik pakaian muslim pun semarak. Selain pemain-pemain lama, beberapa butik busana muslim baru mulai meramaikan pasar, salah satunya Azzario Muslim Nan Gaya di Jalan Dipati Ukur 87. Afauzia, pengelola butik muslim

Azzario, optimistis dengan prospek pasar busana muslim Bandung. Azzario membidik pasar perempuan muda yang ingin mengenakan busana muslim dengan gaya trendi, sporty, dan etnik. Harga bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 700.000 per potong.

“Saya menekankan pada bahan kain tenun dan batik yang dimodifikasi menjadi busana muslim,” kata Afauzia. Belum genap sebulan umur Azzario, pengunjung per hari mencapai 30 orang dengan omzet harian sekitar Rp 10 juta.

Variasi gaya dan harga yang terus berkembang, menurut pakar ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Rina Indiastuti, adalah penanda bahwa pasar busana muslim tidak akan sepi. Kendati demikian, produsen harus jitu membidik pasar dan terus-menerus menawarkan diferensiasi produk.

Rina mencermati, saat ini tidak ada produsen busana muslim yang target pasarnya benar-benar tersegmentasi. Kondisi ini justru menguntungkan konsumen karena memiliki pilihan yang variatif dengan harga kompetitif.

Sumber : cetak.kompas.com

4 July 2009 - Posted by | artikel, info

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: