Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Pesona Busana Muslim dari Kain Nusantara

TENUN tradisional dilirik oleh tiga desainer untuk rancangan busana muslim teranyar. Produk kerajinan handmade akan memberi warna baru bagi industri fesyen nasional. Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menggelar peragaan busana muslim yang kali ini mengangkat kekayaan kain tenun daerah yang dimodifikasi untuk busana jadi (ready to wear). Ajang tersebut diramaikan 10 desainer. Tiga desainer di antaranya membawa rancangan busana muslim, yakni Merry Pramono, Ade Listiany, dan Raizal Rais. Merry Pramono mengusung tema “Pelangi” dalam koleksi baju muslim nya. Ia mengaku terinspirasi saat tengah berlibur ke
sebuah pantai di Sumbawa (NTB).

Merry tertarik dengan kain tenun warna terang yang dikerjakan para pengrajin di pesisir pantai daerah tersebut.”Saya lagi jalan-jalan ke sana (Sumbawa), di pantai saya lihat pelangi, bagus sekali. Dari situ saya terinspirasi untuk menghasilkan kain tenun dengan motif pelangi,” ujarnya di sela pameran “Produk Kerajinan Kreasi Indonesia” di Hall B, Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/3/2009).

Merry menampilkan tujuh gaun malam berpotongan A-line dengan sentuhan motif abstrak. Kreasi lengan balon mempertegas kesan feminin dan elegan pada setiap garis rancangannya.”Rancangan berbahan tenun asal Lombok ini memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga pengerjaannya lama. Untuk satu
tenun motif saja, dikerjakan selama enam bulan,” tutur perancang wanita asal Surabaya ini. Perancang lainnya, Ade Listiany menampilkan bahan batik dengan motif banyak mengambil dari pesisir pantai Sumatera Barat, yaitu tanah Liek pesisir Tainan. Ia mengatakan motif ini terinspirasi dari peradaban Islam yang masuk ke pedalaman Minangkabau. Ade sedikit mengurangi aksen payet sebagai ciri kain asal Sumatera, namun dipertegas dengan warna dasar, seperti warna tanah dan kayu.

Sementara Raizal Rais mengetengahkan kreasi kain songket Pandai Sikek dengan rancangan berupa baju kurung dan suntiang (semacam mahkota yang dipasang di atas kepala).
Keindahan seni dan budaya Pandai Sikek menjadi inspirasi busana yang indah, unik, sarat warisan budaya, tapi dikemas dalam desain modern.
“Saya terinspirasi dari keunikan tradisi Pandai Sikek asal Sumatera Barat yang glamor. Rancangan berupa baju kurung warna merah dan gold, sebagai ciri daerah Padang dan warna hitam sebagai ciri daerah Solok,” tukasnya.

Sebagai informasi, pergelaran busana masih digelar Jumat (20/3/2009) besok, yang akan menampilkan rancangan dari empat desainer. (ftr)

Sumber : lifestyle.okezone.com
Kamis, 19 Maret 2009 – 15:26

// Yuni Herlina Sinambela – Okezone

29 June 2009 - Posted by | artikel, info

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: