Blog Busana Muslim Kasual

Pusat Informasi Seputar Busana Muslim Kasual

Indahnya Konsep Busana Muslim

Para model berjalan melenggok anggun. Lampu-lampu sorot memancar ke segala penjuru ruangan.  Tak ayal mata penonton pun tertuju pada catwalk karena indahnya desain pakaian yang dikenakan para model.Gambaran seperti itu, umum bagi kegiatan fashion show. Namun yang menjadi daya tarik lebih besar karena pada pagelaran busana muslim kali ini para modelnya bernuansa islami. Pakaian islami yang hingga saat ini dianggap sebagai pakaian yang membosankan karena biasanya menutupi seluruh tubuh, dapat disajikan dengan gaya yang berbeda. Pagelaran busana muslim ini seakan menarik perhatian dunia atas gaya pakaian islami.Sisi lain dari busana muslim/baju muslim coba ditawarkan oleh perancang Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Anne Rufaidah. Dengan tema wanita perkasa, Anne menggambarkan wanita yang tidak kalah dengan pria. Ia menganalogikan atmosfir dari rancangannya dengan bintang rock Marilyn Manson, dengan gaya maskulin dan berkesan gothic namun tetap memiliki sisi kewanitaan yang ditonjolkan.
Menjadi terasa menarik perhatian, karena perancang Indonesia lainnya, Ramli, yang menyajikan baju koko yang terinspirasi pakaian adat Betawi yang biasanya digunakan untuk shalat serta bahan pakaian khas Lampung, Tapis. Dengan warna-warna coklat serta penggunaan selendang membuat baju koko Ramli nampak sangat elegan.

Sedangkan Merry Pramono, desainer Indonesia, menyajikan rancangan pakaian dengan tema kekuatan bunga. Rancangan ini terinspirasi dari gaya gypsi tahun 70-an serta gabungkan detail feminim yang menarik mata. Semua ini disajikan dengan penggunaan warna-warna yang terang yang menggambarkan semangat, rasa percaya diri dan keceriaan bagi orang yang memakainya. Ini sesuai dengan inspirasi bunga musim panas yang mekar dengan indah dengan berbagai macam warna.

Sedikit beda dengan perancang muda berbakat dari Malaysia, Melvin Lam, mampu merancang pakaian dengan menggabungkan nuansa islami dengan gaya khas Eropa yang glamor. Bahkan Lam juga menampilkan rancangan yang paling menyolok, gaun pengantin bernuansa romantis dan moderen. Dengan warna puith dan penutup kepala yang menyerupai sayap angsa, gaun pengantin ini maneguk aplaus nan gemuruh.

Sambutan hangat
Semua itu merupakan bagian dari Kuala Lumpur-Jakarta Islamic Fashion Festival (IFF) yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta pada 3-4 Juli 2007. Sebelumnya IFF diadakan di Kuala Lumpur Convention Center pada 25 November 2006 sebagai bagian dari Malaysia-International Fashion Week (M-IFW). Karena mendapat sambutan hangat, kini giliran Jakarta sebagai tuan rumah dalam mempertunjukkan keindahan konsep busana muslim.

Tujuan digandengnya Indonesia pada acara kedua ini yaitu, untuk menyeleraskan visi dan misi sebagai langkah awal guna mengangkat dunia fashion kedua negara. Bahkan Kuala Lumpur-Jakarta hendak dijadikan sebagai trend setter dari islamic fashion. Sebagaimana layaknya London-Paris-New York dalam hal dunia fashion modern. Tujuan lainnya adalah sebagai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negeri jiran, Malaysia.

”Dengan memperkenalkan busana islami ke masyarakat internasional, kami ingin lebih meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Kami rasa tidak ada waktu yang lebih baik, karena tahun ini sekaligus merupakan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antar kedua negara,” jelas YM Dato’ Raja Rezza Shah yang menaungi Nusantara Gems, event organizer yang memprakarsai acara ini.

Pagelaran busana ini menampilkan kreasi 25 perancang terkemuka Indonesia dan delapan perancang Malaysia. Perancang Indonesia lainnya yang ikut berpartisipasi antara lain, Chossy Latu, Ghea, Harry Dharsono, Herman Nuari, Ida Royani, Itang Yunasz, Pramastuti, Reshna dan Sapto, Samuel Wattimena dan Sebastian Gunawan.

Selain itu, ikut serta perancang-perancang yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI), yaitu, Fenni Mustafa, Hannie Hananto dan Jeny Tjahyawati. Juga perancang dari Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Bandung, antara lain Ani Medina, Betty Achyar, Ernie Kosasih, Firna Hasya, Iva Latifah, Nuniek Mawardi, Tuti Kautsar, Toera Imara dan Yanna Diah Kusumawati.

Sementara perancang Malaysia yang ikut berpartisipasi adalah Carven Ong, Dato’ Tom Abang Saufi, Kapas Couture, Melinda Looi, Radzuan Radziwill, Rozi of Kraftangan Malaysia dan Tas+Q. Masing-maisng membawakan koleksi busana muslim dengan ciri khas garis rancangan mereka.

Acara yang dikemas dengan sangat elegan ini turut didukung sepenuhnya oleh Metro Departement Store, XL, Tourism Malaysia, Martha Tilaar, PT Proton Edar Indonesia dan sebagainya. Acara ini juga dihadiri oleh HRH Permaisuri Agung Sultanah Kedah, Sultanah Nora of Johar, Hadir juga Yenny Zanuba putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid, Titi Soeharto putri mantan Presiden RI Soeharto serta sejumlah artis Indonesia. ci1/bid

22 June 2009 - Posted by | artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: